Perubahan sesuai SK dari TDA Pusat

INFO MANAGEMENT:

1. Menindaklanjuti SK yang diberikan dari TDA pusat kepada kepengurusan TDA Wilayah, maka struktur organisasi yang telah tertata dalam officer komtdas ini akan menyesuaikan kembali dengan struktur rekomendasi dari TDA Pusat. Sehingga mulai saat ini penyebutan Pak Tito sebagai koordinator utama/president saat ini diganti menjadi “gubernur”.

2. Penyesuaian jabatan dan wewenang untuk officer lain yang terbagi dalam unit2 kerja, akan diumumkan setelah pertemuan management yang akan digelar dalam jangka waktu dekat ini.

3. Volunteer2 yang bersedia meluangkan waktu dan tenaga untuk kepentingan bersama dalam management TDAS dipersilahkan untuk ikut serta berpartisipasi, dengan mengirimkan email kesediaan ke tdasemarang@gmail.com

Terimakasih

Salam funtastic



 Oleh-Oleh dari Jakarta Seri 1 - Milad 3 TDA di Jakarta .

Apa iya Benar Kita Mesti Ikhlas ?Ikhlas saja diujung sana sudah menunggu tujuan kita

Ada buanyak sekali cerita yang ingin aku sampaikan buat teman teman disini, semoga ceritaku nanti bisa berguna bagi ku dan juga bagi kawan kawan semua. Ini adalah sekelumit oleh-oleh yang bisa aku bagi buat kalian, harapan ku, dari sekelumit ini bisa mendorong ku dan teman temanku semua untuk lebih TDA !

Ikhlas adalah kunci utama, selebihnya dibutuhkan perjuangan untuk menuju ke destinasi tujuan yang kita ingin datangi atau lampaui. Sederhana ya ? Klise juga ya kedengarannya. Tapi ternyata begitu kita mengalami ,meresapi, dan mengambil intisari dari sebuah peristiwa ke peristiwa lainnya, seperti nya kunci sukses adalah jalan keluar kita membuka pintu ketidak pastian yang kita temui.

Asal muasalnya , jendral lapangan tengah dari segala sikap dan tindak tanduk kita adalah keraguan dan ketakutan semu. Disadari atau tidak , hampir setiap kali kita ingin melaksanakan sesuatu, memilih salah satu dari beberapa pilihan hidup, memutuskan final juara dari pertandingan resmi sebuah permasalahan,  memilih menu makanan yang ingin kita santap di sepanjang hidup kita nan selalu lapar, hingga sampai pada pilihan awal hidup kita sepanjang pagi hari, antara membuka mata, dan atau memejamkan mata dan bergegas tidur kembali pun tidak bisa lepas dari perasaan ragu ragu dan bayang bayang ketakutan nan semu. Sadar tidak ya kita ? Bahwa untuk satu hal yang paling utama kalau kita ingin dikatakan tetap hidup, atau sudah terlanjur mati. Kita hanya bisa Ikhlas dan sekaligus pasrah saja pada Allah Swt, Tuhan Sang Pencipta Hidup. Coba anda bernapas dan mendegup-degupkan gerak jantung anda, adakah anda memiliki pilihan untuk ragu ragu dan rasa takut ?

Demikian pulalah sekelumit oleh oleh yang bisa aku dapatkan dari Jakarta. Ikhlas lah, berusahalah pasrah, dan sekaligus kita berjuang dan berjuang terus untuk sampai pada destinasi indah yang selalu kita impikan, rasa rasanya sedikit demi sedikit kadang malah mak jegagig ujug ujug dumadag-an sekonyong konyong tiba tiba, suddently we have already there

Take your deep breath, release it. Enjoy your live ! We will always see the sun shine in the morning. Be happy and dont be worry !

Kiss and love !

Peace always wae lah.

TitO’Semarang - Juara+GAN SUSU Sari Kedelai BUBUK



 Mendulang Rupiah Melalui Internet

Sabtu, 7 Maret 2009

Home
Bisnis
Mendulang Rupiah Melalui Internet
Sabtu, 7 Maret 2009 | 09:42 WIB

“Jika ditanya soal pekerjaan, saya suka bingung jawabnya. Soalnya orang banyak yang tidak percaya,” ujar Dian Adi Prasetyo (29). Namun, yang jelas blogger yang tergabung dalam loenpia.net tersebut bisa meraup penghasilan Rp 1 juta-Rp 2 juta per bulan.

Didut, panggilan akrab Dian di dunia maya, ternyata bekerja sebagai monetizing blog atau penulis artikel dalam blog yang ditujukan kepada situs-situs perusahaan tertentu. “Saya bisa mendapatkan 10 dollar AS per tulisan,” kata Didut.

Menurut Didut, pendapatannya tersebut masih di luar peluang bisnis lain yang diperoleh dari teman-teman blogger lain. “Biasanya diajak berbisnis setelah kami kopi darat dengan yang lain,” kata lulusan Jurusan Akuntansi Universitas Diponegoro Semarang tersebut.

Read more…



 Berbisnis “Don’t try this at home”A la Ustad Lihan

lihanUstad Lihan bisa jadi adalah sosok pengusaha fenomenal.  Disebut demikian karena kedermawanan dan kemudahan dalam membantu sesama dan berinvestasi.  Puluhan perusahaan telah beliau dirikan dengan kantor hampir seluruh Indonesia dan sampai negeri China.

Sebuah perusahaan penerbangan nasional pun beliau bantu dengan menjadi salah satu pemegang saham.  Kabar terakhir beliau membeli sebuah rumah sakit dan membuka restauran Indonesia di Amerika Serikat.

Ustad Lihan dilahirkan di Liang Anggang 9 Juli 1974.  Bermula sebagai guru (ustad) yang bergaji 2000 an rupiah di tahun 96 an dan mulai merambah bisnis batu mulia (intan) karena ditawari oleh seorang boss dari Jakarta untuk mencari intan.

Kegiatan sekarang adalah Komisaris Utama PT Tri Abadi Mandiri, Komisaris Utama CV Ira Visual Multimedia , PT Ira Visual Multimedia, Komisaris Utama PT Lima Maha Karya ,Komisaris Utama  PT Alhamdulillah , Komisaris Utama PT Smart Karya Utama, Komisaris Utama PT Lihan Jaya Sarana , Komisaris Utama PT Lihan Jaya Semesta , Komisaris Utama PT Rumputindo Maju Bersama  dan lain-lain.

Read more…



 Oleh-oleh dari Milad3 TDA, part 1

Bagaimana tips agar bisnis online dapat maximal versi Nukman Lutfie.


(1).   Bangunlah Budaya Online.
Sejak bangun tidur hingga malam menjelang tidur, usahakan selalu memantau aktivitas online bisnis anda.   Kalau perlu online lah 24 jam dalam sehari.   Korelasi antara banyak nya usaha dan hasil yang dicapai adalah sangat relevan, sehingga dengan memperbanyak effort dalam ber-online akan semakin besar pula peluang kesuksesan bisnis online anda secara maksimal.
(2).   Jangan meniru 100% pengusaha yang sudah sukses.

Read more…



 Kisah Perjuangan Seorang Ibu

Kisah ini menceritakan perjuangan seorang ibu dalam berwirausaha.  Mungkin itu adalah sesuatu hal yang biasa, namun menjadi tak biasa kalau kita mengetahui kondisi kesehatan ibu tersebut.

Alkisah, ada seorang ibu yang karena keadaan (the power of kepepet) terpaksa harus banting tulang untuk menghidupi anak-anaknya.  Bagaimana tidak….. gaji honorer sang suami tidak mencukupi untuk biaya TK sang anak.

Terpaksalah sang ibu berusaha untuk mencari tambahan.  Mulai dari menjahit pakaian yang dikerjakan sampai malam hari sampai berjualan segala jenis barang secara door to door.  Rasanya kulit sang ibu yang kuning langsat sedikit demi sedikit berubah menjadi kelam karena seringnya berjalan keluar masuk kampung.

Sang ibu ini termasuk jeli menangkap peluang.  Ketika sedang ramai-ramainya sepakbola di kotanya, beliau berusaha menjadi tukang masak untuk klub sepakbola kota.  Digandengnya Dharma Wanita tempat suaminya bekerja.  Diajaknya tetangga-tetangga untuk membantu masak.

Read more…



 My Sweet Revenge to “Kikrik” Customer - Part 1

izs002091

Bagi yang punya usaha, atau pekerjaan yang berkaitan dengan customer, pasti pernah merasakan suka duka menghadapi berbagai macam jenis customer. Namanya orang, pasti macam-macam lah. Ada yang enak diajak ngomong, ada juga yang ngebetein. Ada yang nurut, ada yang rewel. Ada yang bayarnya tepat waktu dan tepat jumlah (jangan lupa hal ini), ada juga yang bayar tepat molor (maksudnya pasti molor bayarnya). 

Di posting ini, saya akan mengungkap aib orang, meski bukan itu tujuan saya. Mau bilang saya memfitnah, membuka aib orang, biarin. Ini postingan saya, dan memang saya ingin curhat. Lagipula nama sudah saya samarkan.

Salah satu customer percetakan saya, sebut saja Mr. N, adalah seorang customer yang “kikrik”. Itu istilah Jawa, kalo di-Indonesiakan, apa ya sebutan yang tepat….hmmm….mungkin jargon “ngebetein-karena-perhitungan-banget-tapi-kalo-gantian-kita-ngitung-dia-ngeles” bisa menjelaskan maksud saya. Kalo Mr. N ini dia suuaaannggggaaaat perhitungan soal waktu, biaya, dan material pekerjaan. Di satu sisi saya maklum, karena Mr. N adalah makelar percetakan yang sering melempar kerjaan ke saya, jadi saya berasumsi dia tahu hitung-hitungan bisnis ini dan memahami mengapa dia rajin menawar harga dari vendor percetakan seperti saya.

Read more…



 Bisnis Ya Jualan

gr2 Disela-sela kesibukan      kerja, tiba-tiba di        panggil guru bisnis saya. Tidak seperti biasanya ketemu guru di ruangan beliau. Biasanya ketemua kalau tidakdi ruangan meeting atau ruangan saya. Pasti ada yang penting niy…pikir saya.

Setelah mengetuk pintu dan dipersilahkan masuk. Saya mencoba duduk senyaman-nyamannya di antara perkiraan saya kira-kira apa yang mau di sampaikan.

Mulailah beliau membuka pembicaraan tentang bisnis. Pandangan-pandangan kondisi bisnis saat ini mulai diberitahukan . Dengan teori SWOTnya menjelaskan bagaimana dan apa yang sedang terjadi di pasaran. Perang harga,perang hadiah,perang qualitas,perang janji dan sederet perang lainnya yang ujung-ujungnya bagaimana kita bisa bertahan dan tidak terdepak keluar dari percaturan bisnis.

Beliau adalah sosok pebisnis yang berjauang dari nol sampai sekarang omzet perbulan ratusan milyar dengan ribuan karaywan. Berbagai persoalan dan permasalahan sudah menjadi makanan tiap saatnya. Belaiau menjelaskan bahwa inti dari bisnis adalah penjualan. Silahkan kita punya lokasi yang strategis,punya peralatan yang canggih,punya SDM yang mumpuni,punya system manajemen yang bagus,punya produk yang inovatif akan tidak ada artinya kalau tidak ada penjualan Penjualan ibarat darah bagi bisnis. Dengan penjualan bisa di hasilkan keuntungan dan dengan keuntungan itulah kita bisa menghidupi operasional kita seperti bayar listrik,gaji,beli bahan dll. Dan kalau masih ada kelebihan itu adalah modal untuk berkembang.

Selain itu, semakin banyak penjualan maka akan semakin banyak interaksi dengan pelanggan . Dari sekian pelanggan pasti akan ada komplain,masukan maupun keinginanan terhadap barang yang di beli. Akhirnya kita harus meresponnya,kita harus lebih inovatif,kreatif untuk coba mendekatkan suatu product yang di syaratkan atau dibutuhkan oleh pelanggan. Semakin mendekati keinginan semakin mudah menjualnya. Akhirnya kita bisa memahami kenapa inovasi dan kreatifitas merupakan kebutuhan dasar bagi perkembangan bisnis.

Perumpamaan darah dalam tubuh kita berhenti mengalir, bisa dibayangkan kita berarti juga sudah tamat hidup kita. Demikian juga bisnis kalau penjualan berhenti, nasibnya juga akan mati bisnis kita,alih-alih berkembang…nanti dulu. Bagi seorang pebisnis ketrampilan penjualan merupakan obat kuat untuk kelangsungan bisnis . Sebagai pebisnis dan apapun bisnisnya maka perlu di asah pengetahuan,ketrampilan dalam menjual. Sebagai pebisnis tidak boleh berhenti untuk belajar,belajar dan belajar. Itulah akhir pesan yang terima di sore itu an ternyata itu adalah pesan yang amat penting bagi saya.
Salam sukses.



 Ketemu Mas Iyan

Kemarin baru dapat telpon mas Iyan, dengan semangat silhturahmi, beliau memberi saya waktu hari jumat malam kerumah beliau.
So mari jadikan TDAsemarang komunitas yang utuh.



 TDA, TDB, TDS…Hari Gini Jangan Bingung! - Part 2-

Membaca komentar-komentar dari rekans atas postingan yang bikin rame ini lama-lama kok membuat “keri” alias tergelitik untuk menulis lanjutannya. Ini lebih bersifat nambahin saja sih, entah nambahin puyeng Pak Lutfie atau nambahin gayeng…..:)

Yang pertama : SALUT UNTUK PARA KOMPOR !!! Buset daahhhh….Heheheheh….

Memang yang namanya kompor itu memang “kalo ga ngompori, mulut rasanya asem, jadi ga trima yen mung mingkem”. Heheheh…saya ketawa lho pas baca komentar-komentarnya. Kalo diibaratkan, para kompor ini seperti “bad cop”, sedangkan yang lebih kompromis biasanya menjadi “good cop”. Jadi deh taktik “good cop-bad cop” yang digunakan untuk melakukan pressure ke korban (dalam hal ini Pak Lutfie kali ya..heheheheh). Entah itu “good” atau “bad”, tetaplah “cop” (polisi) yang mempunyai tugas menegakkan hukum. Dalam hal ini yang hendak ditegakkan adalah “hukum TDA” hehehehe…..

Yang kedua : mohon baca alinea (nyaris) terakhir postingan saya sebelumnya. Ini nih kutipannya :

Kesimpulannya? Tidak ada yang menyuruh Anda untuk keluar kerja dulu jika mau berbisnis. Di-combine saja keduanya. Jadilah TDS sampai pada titik Anda tidak bisa menghandle bisnis Anda yang makin maju kelak. Barulah saat itu Anda harus memilih salah satu : TDA atau TDB.

Read more…